Minggu, 07 Agustus 2011

Hama Penyakit Tanaman (HPT)

Penyakit Jagung

Penyakit utama pada tanaman Jagung meliputi :

  • BULAI (Peronosclerospora maydis)
  • KARAT DAUN (Pucinia graminis)
  • HAWAR DAUN (Helminthosporium sp)

BULAI (Peronosclerospora maydis)

Penyakit bulai / downey mildew (Peronosclerospora maydis), yang disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis, merupakan penyakit membahayakan bagi tanaman jagung karena dapat mengakibatkan gagal panen. Perkembangan penyakit bulai dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu udara. Kelembaban di atas 80%, suhu 28-30°C dan adanya embun ternyata dapat mendorong perkembangan penyakit. Infeksi oleh Peronosclerospora maydis pada jagung dilakukan oleh konidia melalui stomata.
Konidia yang disebarkan oleh angin, apabila jatuh pada permukaan daun yang berembun, akan segera berkecambah. Gejala tergantung pada saat terjadinya infeksi dan perkembangan cendawan dalam badan tanaman. Apabila cendawan dapat mencapai gulungan daun, gejala menjadi sistemik, bila tidak gejalanya lokal pada bagian yang terinfeksi.

Beberapa penyebab penyakit bulai :

  1. Penanaman varietas jagung yang rentan bulai
  2. Penanaman jagung berkesinambungan (terus menerus)
  3. Efektivitas fungisida rendah akibat dosis dikurangi
  4. Tidak adanya tindakan eradikasi
  5. Adanya resistensi bulai terhadap fungisida
  6. Peningkatan virulensi bulai terhadap tanaman inang jagung.

Gejala serangan :

Gejala daun yang terinfeksi berwarna khlorotik, biasanya memanjang sejajar tulang daun, dengan batas yang jelas, dan bagian daun yang masih sehat berwarna hijau normal. Warna putih seperti tepung pada permukaan bawah maupun atas bagian daun yang berwarna khlorotik, tampak dengan jelas pada pagi hari. Daun yang khlorotik sistemik menjadi sempit dan kaku. Tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan pembentukan tongkol terganggu sampai tidak bertongkol sama sekali.

Tanaman yang terinfeksi sistemik sejak muda di bawah umur 1 bulan biasanya mati. Gejala lainnya adalah terbentuk anakan yang berlebihan dan daun-daun menggulung dan terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan dan daun sobek-sobek.

Pencegahan dan Pengendalian :

  1. Gunakan varietas jagung super hibrida yang tahan terhadap penyakit bulai, seperti BISI-816 dan BISI-12.
  2. Pemusnahan tanaman terinfeksi, dengan cara mencabut dan membuang ke tempat lain.
  3. Pengaturan waktu tanam agar serempak
  4. Pergiliran tanaman.

KARAT DAUN (Pucinia graminis)

Timbul bercak-bercak tak beraturan berwarna coklat seperti karat besi pada daun jagung, gejala lebih lanjut daun akan mengering.

HAWAR DAUN (Helminthosporium sp)

Pada daun dan pelepah muncul bercak-bercak melebar tak beraturan berwarna coklat, gejala lebih lanjut daun akan mengering.

Hama Jagung

Hama utama pada tanaman Jagung meliputi :

  • ULAT TANAH (Agrotis ipsilon)
  • ULAT GRAYAK (Spodoptera liptura)
  • LALAT BIBIT (Atherigona sp)
  • PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis)
  • PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera)
  • BELALANG DAUN (Locusta migratoria)

ULAT TANAH (Agrotis ipsilon)

Ciri-ciri hama :

Larva biasa berada dalam tanah, berwarna coklat kehitaman, mempunyai tujuh pasang kaki.

Serangan :

Hama ini menyerang tanaman umur 1-3 minggu, dengan cara menyerang dan memotong pangkal batang pada waktu malam hari, siang hari ulat bersembunyi dalam tanah.

ULAT GRAYAK (Spodoptera liptura)

Ciri-ciri hama :

  • Ngengat dengan sayap bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan, aktif pada malam hari.
  • Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadang tersusun 2 lapis), warna coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing berisi 25 – 500 butir) tertutup bulu seperti beludru.
  • Larva mempunyai warna yang bervariasi, yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan dan hidup berkelompok.
  • Siklus hidup berkisar antara 30 – 60 hari (lama stadium telur 2 – 4 hari, larva yang terdiri dari 5 instar : 20 – 46 hari, pupa 8 – 11 hari).

Serangan :
  • Ulat menyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab).
  • Larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secara serentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja, sedang larva berada di permukaan bawah daun.
  • Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.
    Serangan umumnya terjadi pada musim kemarau.
  • Tanaman Inang Hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tomat, kubis, dan tanaman lainnya.

LALAT BIBIT (Atherigona sp)

Ciri-ciri hama :

  • Imago sangat aktif terbang dan sangat tertarik pada kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah. Lama hidup serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari dimana betina hidup dua kali lebih lama dari pada jantan. Imago kecil dengan ukuran panjang 2,5 mm sampai 4,5 mm.
  • Telur mulai diletakkan oleh Imago betina tiga sampai lima hari setelah kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan selama tiga sampai tujuh hari, diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang, diletakkan dibawah permukaan daun.
  • Larva terdiri dari tiga instar yang berwarna putih krem pada awalnya dan selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap.

Serangan :

Serangan terjadi pada tanaman yang baru tumbuh (1-2 minggu setelah tanam).
Larva yang baru menetas melubangi batang yang kemudian membuat terowongan hingga dasar batang sehingga tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati.

PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis)

Ciri-ciri hama :

  • Ngengat aktif malam hari, dan menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari.
  • Telur diletakkan berwarna putih, berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur di letakkan pada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9.
  • Larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah pindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari.
  • Pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 6-9 hari.

Serangan :

  • Hama menyerang tanaman menjelang berbunga dengan menggerek dalam batang, tanda terjadi serangan yaitu adanya serbuk berwarna putih berserakan di sekitar permukaan daun dan bunga jantan patah.
  • Kerusakan yang ditimbulkan pada setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, dan tumpukan tassel yang rusak.

PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera)

Ciri-ciri hama :

  • Telur diletakkan pada rambut jagung. Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan.
  • Larva terdiri dari lima sampai tujuh instar. Khususnya pada jagung, masa perkembangan larva pada suhu 24 - 27,2°C adalah 12,8 - 21,3 hari. Larva memiliki sifat kanibalisme. Spesies ini mengalami masa pra pupa selama satu sampai empat hari. Masa pra pupa dan pupa biasanya terjadi dalam tanah dan kedalamannya bergantung pada kekerasan tanah.
  • Pupa umumnya terbentuk pada kedalaman 2,5 sampai 17,5 cm. Terkadang pula serangga ini berpupa pada permukaan tumpukan limbah tanaman atau pada kotoran serangga ini yang terdapat pada tanaman. Pada kondisi lingkungan mendukung, fase pupa bervariasi dari enam hari pada suhu 35°C dan sampai 30 hari pada suhu 15°C.

Serangan :

  • Imago betina akan meletakkan telur pada rambut jagung dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk kedalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang mengalami perkembangan.
  • Serangan serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung.

BELALANG DAUN (Locusta migratoria)

Ciri-ciri hama :

Belalang muda berwarna hijau, dan belalang dewasa berwarna coklat bercorak hitam.

Serangan :

Belalang memakan daun tanaman, serangan yang parah bisa menghabiskan seluruh daun tanaman dan batang-batang muda. Serangan bisa melibatkan ribuan belalang.

Minggu, 15 Mei 2011

VCD Budidaya Jagung Hibrida BISI



VCD Budidaya Tanaman Jagung merupakan media ilmu pengetahuan yang lebih mnenekankan pada aspek penting mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, penanggulangan gulma, perawatan tanaman, serta pengendalian hama dan penyakit, penanganan pasca panen hingga pemasaran hasil serta penanaman sistem TOT (Tanpa Olah Tanah).

Dengan adanya VCD ini di harapkan para petani mampu memahami pengetahuan tentang budidaya tanaman jagung yang di usahakannya dapat berproduksi sesuai yang di harapkan.