Pengalaman Petani

Pak Sutrisno, Ds. Marindal I – Patumbak – Kab. Deli Serdang – Sumut 

Bapak Sutrisno adalah seorang petani yang telah menikmati keberhasilan atas budidaya Jagung Super Hibrida BISI-12. Beliau tinggal di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.


Kehidupan Bapak Sutrisno sangat sederhana bersama istri dan kedua putri tercintanya. Istri Bapak Sutrisno sebagai ibu rumah tangga bernama Setiawati selalu mendukung kegiatannya, sedangkan kedua putri tercintanya masih sekolah, anak yang pertama duduk di kelas 6 dan anak yang kedua di kelas 4.

Sebelum bercocok tanam, Bapak Sutrisno adalah pengrajin kerupuk opak. Kemudian mulai beralih profesi dari pengrajin kerupuk opak ke budidaya jagung pada tahun 2007.

Pada tahun tersebut Bapak Sutrisno memulai budidaya jagung dan sampai saat ini, lebih kurang sudah selama 4 tahun menjalani budidaya jagung. Sebelum mengenal benih Jagung Super Hibrida BISI-12, Bapak Sutrisno memakai benih jagung varietas lain, namun belum pernah mendapatkan hasil yang memuaskan.

Ketika diperkenalkan dengan benih Jagung Super Hbrida BISI-12, Bapak Sutrisno langsung tertarik untuk menanam benih Jagung Super Hibrida BISI-12 dan memulai menanam pada tanggal 1 April 2011.

Berjalan seiring waktu sampailah Bapak Sutrisno pada masa panen. Panen Raya di lakukan pada tanggal 13 Juli 2011 di saat umur tanaman lebih kurang 103 HST. Bapak Sutrisno merasa puas dan kagum dengan keberhasilan panen yang di dapatkannya.

Sebelum memakai benih Jagung Super Hibrida BISI-12, Bapak Sutrisno memakai varietas lain, namun tidak mendapatkan hasil yang seperti beliau dapatkan saat memakai benih Jagung Super Hibrida BISI-12.

Pada saat Bapak Sutrisno memakai varietas lain, hasil panen yang didapatkan dengan luas lahan 1,5 Ha lebih kurang 7 Ton tongkol kering, kemudian setelah dipipil hanya mendapatkan lebih kurang 3,5 Ton pipil kering.

Setelah beralih ke benih Jagung Super Hibrida BISI-12, Bapak Sutrisno mendapatkan hasil panen lebih kurang 17 Ton tongkol kering dan setelah dipipil mendapatkan hasil lebih kurang 11,9 Ton pipil kering.

Selama budidaya jagung, baru kali ini Bapak Sutrisno mendapatkan hasil panen yang sangat memuaskan. Dan saat ini beliau telah menanam kembali benih Jagung Super Hibrida BISI-12 seluas 2,5 Ha. Sebelumnya hanya 1,5 Ha. Alhamdulillah…

GS. Ziemen (SW Kabupaten Deli Serdang – Sumatera Utara)


Pak Ir. Sabar Sitepu, Ds. Namutualang – Sibirubiru – Kab. Deli Serdang – Sumatera Utara

Sudah sejak tahun 1995 Pak Ir. Sabar Sitepu melakukan budidaya jagung. Beliau merupakan seorang lulusan Insinyur Pertanian. Saya ingin mempraktekkan ilmu yang saya terima waktu kuliah, dan utamanya juga untuk menyebarkan ilmu itu ke masyarakat, begitu ungkapan niat tulus Pak Ir. Sabar Sitepu.


Pak Ir. Sabar Sitepu tinggal di Dusun Ujung Namutualang, Desa Ujung Beringin, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang bersama istrinya Susan Br. Sembiring yang berprofesi sebagai Bidan dan ketiga anaknya yaitu Abram David Levi Sitepu yang saat ini masih kuliah di Fakultas Hukum di Lampung serta Alvina Christy Br Sitepu dan Regina Trivania Br Sitepu. Di dusun inilah juga Beliau menanam jagung di sela-sela tanaman kelapa sawit yang masih berumur 2 tahun. Sebuah pilihan tepat untuk mendapatkan keuntungan lain dari lahan kelapa sawit, yaitu tumpangsari.

Pada tanggal 30 September 2011 untuk pertama kalinya sejak menanam jagung, Pak Ir. Sabar Sitepu mendapatkan hasil panen jagung yang menurutnya sangat luar biasa. Dengan menggunakan jagung super hibrida BISI-12 yang ditanamnya di lahan kelapa sawit seluas 2,5 hektar didapatkan hasil panen lebih kurang 15 Ton tongkol kering dengan kadar air 25% dan setelah dipipil mendapatkan hasil lebih kurang 13,5 Ton pipil kering dengan kadar air 20%. “Perolehan hasil yang sangat luar biasa” kata beliau.

Dibandingkan pada musim tanam sebelumya yang menggunakan jagung varietas lain dan ditanam di lahan tanpa kelapa sawit seluas 2,5 hektar, Pak Sabar Sitepu hanya mendapat lebih kurang 14 Ton tongkol kering, kemudian setelah dipipil hanya mendapatkan lebih kurang 9,5 Ton pipil kering. Peningkatan hasil sekitar 40%, sungguh luar biasa!

“Saya tahu jagung super hibrida BISI-12 dari petugas” katanya. Bulan Mei 2011 Pak Ir. Sabar Sitepu diperkenalkan dengan benih jagung hibrida BISI-12, beliau langsung tertarik dan pada tanggal 5 Juni 2011 langsung ditanam di lahan. Saat ini setelah tahu hasilnya beliau merasa puas dan kagum terhadap benih jagung super hibrida BISI-12 ini.

Selama 16 tahun budidaya jagung, baru kali ini Pak Sabar Sitepu mendapatkan hasil panen yang sangat memuaskan. Dan saat ini beliau telah menanam kembali benih Jagung Super Hibrida BISI-12 ditambah dengan varietas BISI-222 dan BISI-18 seluas 2,5 Ha. “BISI luar biasa, hasilnya memuaskan… salut buat BISI” itu yang dikatakannya.

GS. Ziemen (SW Kabupaten Deli Serdang – Sumatera Utara)